Tuhan, dikehidupanku yang satu kali ini apakah aku ditakdirkan untuk tidak bertemu manusia yang sudi menemani sampai keriput, bau tanah, hingga lupa ingatan?
Saya manusia, saya bisa menjalani hidup saya sendiri; mengurusi diri saya sendiri, mengusahakan diri sendiri, aku fikir aku juga bisa menghidupi manusia lain, juga saya tidak terlalu memikirkan romansa; soalnya kadang membuatku risih 'apasih'. tapi di sisi lain, aku mempertanyakan, apakah aku jelak? apakah aku terlalu egois? apakah aku gak pantas? sampe-sampe tidak ada yang 'memperjuangkan', kadang aku juga ingin bertemu seseorang yang aku tertarik dengan perspektifnya yang mungkin aneh di otakku, tapi aku ingin masuk keduniannya, aku ingin bertemu seseorang untuk sekedar melamun bersama, ngobrol gak ada ujungnya, hunting buku bersama, cari kopi bareng, aku ingin bertemu seseorang yang aku melihatnya aku menemukan ketenangan.
Tuhan, hidupku hanya berjuang, apakah ada kemungkina aku diperjuangkan? aku mempertanyakan adakah yang mau menemaniku? membimbingku?. aku berfikir apakah wanita yang datang dari keluarga harmonis pasti menemukan pria waras. aku datang dari latar belakang yang tidak waras apakah akan bertemu dengan pria yang tidak waras juga? kalo bigitu aku lebih memilih menangis sendiri saja Tuhan.
Bolehkah aku bilang hidup ini tidak adil Tuhan, bisakah orang-orang tidak merasakan ketimpangan? bisakah hidup ini merata? perihal jodoh juga kok ada yang antri dilamar, ada juga yang sulit sekali menemukan seseorang?
Tuhan, apakah hamba hanya bisa menghayal bertemu seseorang? mengenakan baju pernikahan yang aku dambakan; baju melayu yang sederhana atau kebaya sederhana, sesorang mengucapkan ijab qobul dan menyebutkan nama lengkapku di hadap bapakku, orang itu menangis terharu setelah mengucap ijab qobul.
Tuhan, aku juga ingin merawat anaku, apakah itu akan ada di fase hidupku?
Tuhan, aku malu untuk memimpikan itu semua, aku merasa tidak pantas hanya untuk memimpikanya saja, aku memaksa otakku 'fokus saja menjalankan peran yang ada'
Ada sesorang manasihatiku "jangan pilih-pilih", akupun berfikir kalo aku gak berhak memilih, oke aku coba, tapi gak bisaaa
Tuhan, maafkan aku banyak mengeluh padamu, aku hanya sedang ingin menangis saja
Doa yang aku panjatkan mungkin belum seberapa, tapi Tuhanku pasti memahamiku
Posting Komentar